9 Ciri Kadar Testosteron Terlalu Rendah Pada Pria Dan Penyebabnya

Diposting pada

Testosteron adalah hormon yang sangat vital bagi pria. Kekuarangan kadar testosteron bisa berakibat terganggunya pertumbuhan tubuh dan juga kesehatan seksualnya. Tidak hanya diperlukan oleh organ reproduksi, hormon ini juga diperlukan berbagai organ penyusun tubuh.

Ciri Kadar Hormon Testosteron Terlalu Rendah

Hormon testosteron berguna untuk membentuk massa otot, memengaruhi libido, menjaga ketahanan energi, serta mengubah karakteristik seks sekunder pria pada saat pubertas (seperti suara lebih berat).

Normalnya tingkat Kadar hormon testosteron pria berkisar antara 250 – 1100 nanogram per desiliter (ng/dL) dengan kadar rata-rata 680 ng/dL.

Pada setiap fase kehidupan seseorang, Kadar testosteron akan mengalami perubahan, dan cenderung terus menurun seiring bertambahnya usia.

Usia berapa Kadar Testosteron akan mulai menurun?

Hormon testosteron seorang pria mencapai puncaknya saat usia 20-an. Tetapi setelah usia di atas 30, kadar hormon ini akan berkurang sekitar 1% setiap tahunnya. Sehingga saat mencapai usia 65 tahun lebih, kadar hormon testosteron normal seorang pria berkisar antara 300 – 450 ng/dL.

Jangan salah! Kadar testosteron yang terlalu rendah bisa terjadi terlalu cepat, sehingga ada pria yang memiliki kadar hormon testosteron rendah meski usianya masih muda.

Seorang pria akan mengalami penurunan kadar hormon testosteron secara berkala setelah usia 30 tahun, namun seharusnya tidak membuat perubahan fisik maupun penurunan libido yang signifikan.

Namun jika hal tersebut terjadi, maka hampir dimungkinkan disebabkan oleh rendahnya kadar hormon testosteron.

Penyebab rendahnya kadar Hormon Testosteron

Selain faktor usia atau penuaan, rendahnya hormon ini juga terjadi karena kondisi hipogonadisme, yaitu kondisi saat hormon seksual yang dihasilkan berada di bawah jumlah normal.

Berikut dua jenis hipogonadisme yang menjadi penyebab rendahnya hormon testosteron pria:

1. Hipogonadisme Primer

Testis yang kurang aktif karena faktor genetik, trauma atau kondisi medis tertentu bisa menjadi penyebab utamanya. Misalnya sindrom Klinefelter, testis tidak turun,  gondok pada testis (orchitis), hemokromatosis, cedera testis, serta dampak pengobatan kanker (kemoterapi atau radiasi) yang bisa merusak testis.

2. Hipogonadisme Sekunder

Akibat rusaknya kelenjar pituitari atau hipotalamus, yaitu bagian otak yang berperan dalam mengendalikan produksi hormon pada testis. Pertambahan usia, obesitas, stres jangka panjang (seperti stres akibat penyakit atau pasca operasi), dan konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan hal ini.

Ciri-ciri hormon Testosteron yang rendah

Berikut ini adalah ciri-ciri hormon testosteron yang rendah. Jika anda mengalami salah satu atau lebih ciri di bawah ini, ada baiknya anda berkonsultasi ke dokter.

1. Rendahnya hasrat seksual

Testosteron mempunyai peran yang sangat penting dalam mengatur hasrat seks pada pria, selain faktor hormonal lainnya dan perubahan mood seseorang. Rendahnya hasrat seksual disebabkan kadar hormon testosteron yang terlalu rendah. Hal ini ditandai ereksi yang tidak lama serta jarang ereksi.

2. Kesulitan dalam mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi)

Disfungsi ereksi atau sering kita kenal dengan impotensi merupakan masalah yang sering terjadi saat tubuh seorang pria tidak memproduksi cukup testosteron. Hal ini menyebabkan kadar testosteron yang tidak cukup untuk menstimulasi otak kita, untuk memproduksi molekul yang memicu ereksi.

Meski demikian, disfungsi ereksi juga bisa disebabkan masalah kesehatan lainnya seperti penyakit kronis atau masalah psikologis.

3. Volume sperma (air mani) sedikit

Air mani adalah cairan yang dikeluarkan oleh penis bersamaan dengan sel sperma saat seorang pria mengalami ejakulasi. Air mani berperan untuk membantu sel sperma “berenang” menuju sel telur untuk pembuahan.

Semakin tinggi kadar hormon testosteron pria, semakin banyak air mani yang dihasilkan.

Itulah mengapa kadar testosteron yang sedikit bisa diketahui, salah satunya adalah dari berapa banyak air mani yang dihasilkan saat ia sedang ejakulasi.

4. Mudah lelah meski cukup istirahat

Fungsi hormon testosteron juga berperan penting dalam mengatur dan menghasilkan energi tubuh. Jika anda mempunyai kadar hormon testosteron yang rendah, maka anda akan merasa lemas lebih dari biasanya. Meskipun istirahat dann tidur anda mencukupi, anda tetap sering merasa lemas serta kurangnya motivasi untuk melakukan aktifitas fisik.

5. Jumlah rambut pada tubuh berkurang

Khasiat lain dari hormon testosteron adalah menstimulasi pertumbuhan rambut. Namun jika anda mengalami kebotakan rambut kepala tidak selalu berarti kadar testosteron anda rendah. Kebotakan rambut kepala juga bisa terjadi karena gejala alami penuaan.

Akan tetapi jika rambut yang berkurang ada pada rambut lain di tubuh selain kepala, bisa jadi ciri kadar hormon testosteron rendah pada tubuh anda.

6. Bertambahnya lemak tubuh (Terutama di perut dan dada)

Pria yang mempunyai kadar testosteron terlalu rendah bisa ditandai dengan naiknya berat badan secara cepat, serta terjadi penumpukan lemak pada sekitar perut dan dada. Yang menjadikan dada seorang pria seperti mempunyai payudara (ginekomastia).

7. Hilangnya massa otot, ditandai dengan lingkar lengan dan kaki mengecil

Testosteron juga berperan penting dalam menstimulasi pertumbuhan serta kepadatan otot. Jika tingkat hormon testosteron anda terlalu rendah, bisa mengakibatkan mengecilnya lingkar lengan atas dan ukuran kaki anda.

Kemampuan anda untuk mengangkat beban juga berkurang.

Selain itu, jika anda mempunyai kadar hormon testosteron yang rendah, anda akan kesulitan untuk membentuk otot anda meskipun sudah melakukan olahraga.

8. Berkurangnya massa tulang sehingga rentan osteoporosis

Hormon testosteron juga diperlukan untuk pembentukan sel tulang yang baru pada pria. Akibatnya, jika seorang pria mempunyai kadar testosteron rendah, lapisan tulang menjadi lebih sedikit dan tipis sehingga bisa mengakibatkan osteoporosis.

Seorang pria yang mengalami penurunan tingkat hormon testosteron saat usia dewasa, akan lebih beresiko mengalami patah tulang menjelang usia lanjut.

9. Gangguan mood (suasana hati)

Emosi seorang pria juga dipengaruhi oleh hormon ini, karena merupakan hormon penting yang mempengaruhi otak kita untuk mengatur emosi. Akan tetapi juga bisa dipicu oleh akumulasi gejala yang membuat pria tidak nyaman dengan kondisinya.

Perasaan depresi yang terjadi pada pria akibat testosteron yang terlalu rendah dapat muncul saat pria merasa tidak bertenaga dan berfikir jernih.

Itulah beberapa ciri hormon testosteron rendah dan beberapa penyebabnya. Jika anda ingin mengatasi dan meningkatkan kadar hormon testosteron anda, anda bisa menkonsumsi Hendel Forex agar terhindar dari beberapa masalah seksual, seperti disfungsi ereksi atau impoten dan ejakulasi dini.

Jika anda mempunyai pertanyaan seputar pertanyaan mengenai masalah kesehatan seksual, silakan bisa berkonsultasi kami melalui official WhatsApp kami. Tim ahli kami akan melayani pertanyaan seputas kesehatan seksual secara profesional.

Gambar Gravatar
Lulus sebagai Dokter Umum pada tahun 2002 dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta. Dan menjadi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin pada tahun 2009 dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Saat ini dr. Savira berpraktik di RS. Elisabeth Semarang dengan spesialisasi kulit dan kelamin. dr Savira juga menjadi Medical Editor di extrapembesarpenis.com dan aktif menjadi pembicara pada even-even kesehatan khususnya kecantikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *